Wednesday, May 3, 2017

Memahami Penggunaan Negative Agreement: Either & Neither

Memahami Penggunaan Negative Agreement: Either & Neither



Ungkapan Either dan Neither digunakan dalam pernyataan negative, atau disebut juga dengan "Negative Agreement". Dalam grammar bahasa inggris, negative agreement "either" dan "neither" adalah cara mengungkapkan hal yang sama atas pernyataan sebelumnya -- semisal --- "saya juga tidak" dsb.
Contoh:

Pernyataan 1: Rudi doesn't like mango.
Pernyataan 2: I don't like mango.

Pada contoh diatas, baik pernyataan 1 maupun pernyataan 2 sama-sama tidak menyukai "mango". Dengan kata lain, pernyataan 2 mengungkapkan hal yang sama atas pernyataan sebelumnya yaitu pernyataan 1. Dengan menggunakan ungkapan either atau neither, kita dapat memperpendek ungkapan kedua dalam bentuk sbb:

Menggunakan Either -> I don't either.
Menggunakan Neither -> Neither do I (huruf "n" pada neither adalah kependekan dari "not" -> not + either)

Sehingga, bila ditulis keseluruhan:

Pernyataan 1: Rudi doesn't like mango.
Pernyataan 2: I don't either.

atau,

Pernyataan 2: Neither do I.

Note: Dari penjelasan dan contoh diatas, jelaslah sudah bahwa, ungkapan either atau neither HANYA digunakan pada konteks/kalimat/ungkapan agreement yang mengandung negative.
Struktur Penulisan Either dan Neither
Either
Gunakan "either" di belakang kata bantu (auxiliary):
Subject + Auxiliary + NOT + Either
Neither
Gunakan "neither" di depan kata bantu (auxiliary):
Neither + Auxiliary + Subject

Pengaruh Bahasa Dialektis (Lokal) terhadap Either dan Neither
Penggunaan either dan neither pada daerah lain (native speakers) yang berbeda dengan struktur bakunya (grammatikal) sering membuat kita bingung, contoh:
Nor do I
Me either
Me neither

Ketiga contoh non-baku tersebut sama maksudnya dengan: neither do I atau I don't either --- hal ini dipengaruhi oleh sosial budaya dan bahasa dialektis setempat. Bagi pembicara diluar daerah tersebut mungkin membingungkan, dan tidak demikian halnya dengan daerah itu sendiri yang biasa menggunakan ungkapan dengan pola "aneh" tersebut.

Salah satu bentuk pengaruh dialektis lainnya adalah: menggunakan semua bagian kalimat yang sama pada pernyataan sebelumnya lalu menambahkan ungkapan "either" dibelakangnya.
Contoh:

I don't like either.

Bahkan lebih lengkap lagi,
Contoh:

I don't like it either.


sumber: http://www.pelggrammar.com/2016/08/negative-agreement-either-neither.html

Penggunaan kata "TOO" dalam Bahasa Inggris

Penggunaan kata "TOO" dalam Bahasa Inggris



Cara Menggunakan kata "TOO"
Dalam bahasa inggris, kata "Too" digunakan baik sebagai adverb of quality maupun sebagai agreement.
Sebagai adverb of quality, kata "too" berarti harus dikaitkan dengan kata sifat (adjective).
Contoh adverb of quality selain /too/, yakni:
so (begitu), very (sangat/sekali), enough (cukup), much (e.g. much better), rather (agak), fairly (agak), dsb.
1. Too sebagai Adverb of Quality
Too + Adjective
Contoh:
I am too old to learn English.
(Saya terlalu tua untuk Belajar Bahasa Inggris).
Dalam hal ini, /too/ pada pola kalimat diatas ditafsirkan sebagai "terlalu".
Contoh lain:
Too easy (terlalu mudah)
Too stupid (terlalu bodoh/konyol)
Too fat (terlalu gemuk)
Too low (terlalu rendah)
dsb.
Perhatikan bahwa kata /easy/, /stupid/, /fat/, atau /low/ adalah kata sifat (adjective).

2. Too sebagai bentuk Agreement
Sebagai bentuk Agreement, kata "Too" berarti "juga" atau dapat diinterpretasi sebagai "juga".
Contoh:
I am too.
(Saya juga).

I do too.
(Saya juga).
Catatan:
Penggunaan to be /am/ atau auxiliary /do/ pada kedua contoh diatas jelas bergantung pada bentuk kata kerja yang digunakan pada ungkapan sebelumnya atau statement.
Contoh:
She is a student and I am too.
Ungkapan sebelumnya adalah /She is a student/ yang menggunakan kata kerja structural berbentuk be (yaitu: /is/).

Contoh lain:
She loves Indonesia and I do too.
Ungkapan sebelumnya adalah /She loves Indonesia/ yang menggunakan kata kerja lexical berbentuk present simple sehingga auxiliary yang harus digunakan pada pola agreement-nya adalah /do/.
Menyimak penjelasan diatas, kita dapat melihat struktur /too/ sebagai bentuk agreement, yaitu:
Subject + Auxiliary + TOO

Tambahan:
Kita juga dapat menggunakan kata "so" sebagai pengganti dari kata "too", hanya saja, kata "so" diletakkan didepan kata bantu (auxiliary), sehingga menjadi:
So + Auxiliary + Subject
Contoh:
So do I (saya juga).
Contoh lain:
He drives the car and so do I.
(Dia mengemudikan mobil dan saya juga).


sumber: http://www.pelggrammar.com/2016/09/kegunaan-kata-too-dalam-bahasa-inggris.html