Wednesday, May 3, 2017

MEMAHAMI DEFINISI DAN CARA PENGGUNAAN PARTICIPIAL PHRASES BESERTA CONTOHNYA



MEMAHAMI DEFINISI DAN CARA PENGGUNAAN PARTICIPIAL PHRASES BESERTA CONTOHNYA

Definisi Participial Phrases
Secara definitif, Participial Phrases adalah sekelompok kata yang terdiri atas: present participle atau past participle dan object/complement. Bila participial phrases disebut sebagai "phrases", itu berarti, participial phrases bukanlah kalimat. Memahami definisi diatas, kita dapat menemukan 2 unsur pokok pembangun Participial Phrases, yakni:
  1. Present Participle + Object/Complement
  2. Past Participle + Object/Complement
Contoh:
Opening the door (Present participle)
Driven by a monkey (Past participle)

Pada contoh diatas, dapat dilihat dimana kata /opening/ adalah present participle dengan /the door/ sebagai objectnya. Kata /driven/  sebagai past participle dengan a /monkey/ sebagai objectnya.
Dikarenakan statusnya sebagai phrase (prase) berarti participial phrases tidaklah dapat berdiri sendiri, jadi harus membutuhkan unsur lain yang dalam hal ini berbentuk main clause.

Contoh:

Opening the door, the girl suddenly screamed.

(i) Opening the door = participial phrases.
(ii) the girl suddenly screamed = main clause.

Perhatikan bahwa kedua unsur diatas (i) dan (ii) dipisahkan oleh tanda koma (,).
Lebih Lanjut Mengenai: Fungsi Participial Phrases
Participial phrases berfungsi/berkedudukan sebagai kata sifat (adjective) yang menerangkan secara langsung kata bendanya.

Contoh:
The water flows slowly clogged by a lot of garbage.
(Air itu mengalir secara perlahan karena tersumbat banyaknya sampah).
Keterangan:
Participial phrase dengan /clogged/ berbentuk past participle.
/clogged by a lot of garbage/ menerangkan /the water/.

Contoh lain:
Jumping down from the bridge, the boy got drowned.
(Setelah/karena melompat dari jembatan, anak itu tenggelam).
Keterangan:
Prase /jumping down from the bridge/ menerangkan kata benda /the boy/.

Perbedaan antara Gerund dan Participial Phrases
Sebenarnya, gerund dan participial phrases tidak dapat dibedakan oleh karena gerund adalah bentuk akhiran -ing yang dibahas dalam satu kesatuan kalimat, sedangkan participial phrases lebih bersifat khusus mengarah pada bentuk prase yang menggunakan -ing form (bentuk -ing).
Akan tetapi, kita fokus pada bagaimana cara membedakan bentuk -ing pada gerund dan -ing pada participial phrases, seperti berikut ini:

1) Gerund berkedudukan sebagai kata benda (Noun)
2) Participial phrases berkedudukan sebagai kata sifat (Adjective)

Contoh:
(i) Turning off the television, Bella goes to sleep.
(Setelah mematikan TV, Bella langsung tidur).

(ii) Turning off the television makes her sleep soundly.
(Dengan mematikan TV membuatnya tidur nyenyak)

Pada contoh (i) prase /turning off the television/ adalah participial phrases dengan ditandai (dipisahkan oleh) tanda "koma" yang memisahkannya dengan main clausenya /Bella goes to sleep/. Artinya, participial phrases terpisah dengan main clause-nya. Sedangkan pada gerund, prase /turning off television adalah bentuk gerund sebagai subject yang sekaligus menjadi subject dari kata kerja /makes/.
#Pengujian Korelasi Participial Phrases dan Gerund
Bila prase /turning off television/ dihapus dari struktur diatas (baik (i) maupun (ii)) maka, pada kalimat yang mengandung participial phrases didalamnya tidak akan mengubah makna atau menimbulkan kebingungan yang berarti dikarenakan main clause /Bella goes to sleep/ terpisah dari phrasenya /turning off television/. Berbeda halnya dengan struktur gerund, /turning off television/ merupakan bagian yang tak terpisahkan dari /makes her sleep soundly. Jadi, bila /turning off television/ dihilangkan, maka /makes her sleep soundly/ akan membingungkan dan menjadi tidak jelas maknanya karena tidak diketahui penyebab tidurnya menjadi nyenyak.
#Kesimpulan
- Participial phrases adalah prase dan terpisah dari main clausenya.
- Gerund sebagai subject merupakan bentuk subject yang menjadi bagian utama bangunan kalimat.

Related Lesson:
Perbedaan antara present participle dan gerund.
Bentuk-bentuk dan Posisi Participial Phrase dalam Kalimat Bahasa Inggris
Ada beberapa bentuk participial phrases dalam Bahasa Inggris, yakni dengan menggunakan tanda baca (punctuation) berupa "koma" dan tanpa tanda baca. Tanda baca "koma" tersebut bisa diawal main clausenya maupun diakhirnya.
#Participial Phrases dengan tanda koma:
Contoh::
Interviewed by a manager, the man was promoted by his director.
The man was promoted by his director, Interviewed by a manager.
#Participial Phrases tanpa tanda koma:
Contoh:
The man interviewed by a manager was promoted by his director.
Rumus Participial Phrases
Secara lengkap, bentuk participial phrases dirumuskan, sbb:

Participial Phrases + , + Main Clause
Main Clause + Participial Phrases
Main Clause + , + Participial Phrases

#Tambahan: Cara Memahami Participial Phrases dari sudut makna
Agar lebih bisa memahami penggunaan participial phrases dalam kalimat bahasa inggris, ada baiknya kita menambahkan makna tersembunyi dibalik -ing yang berarti: "setelah" atau "karena" --- terkadang tanpa makna apapun.
 
sumber: http://www.pelggrammar.com/2016/11/participial-phrases-definisi-bahasainggris.html

Mengetahui perbedaan antara "WHAT DO YOU DO?" & "WHAT ARE YOU DOING?"

Mengetahui perbedaan antara "WHAT DO YOU DO?" & "WHAT ARE YOU DOING?"

Saya yakin teman-teman pasti pernah mendengar dua ungkapan diatas. Namun terkadang kita sulit untuk menemukan perbedaannya. Maka dari itu, disini kita akan membahas mengenai perbedaannya tersebut.

"WHAT DO YOU DO?"


Ungkapan "what do you do?", secara umum identik atau sama halnya dengan, "what is your occupation?", "what is your job?", "what is your profession?" Keempat ungkapan tersebut memiliki makna: "Apa pekerjaanmu?". Intinya, pertanyaan "what do you do?" tersebut menanyakan "status pekerjaan saat ini". Namun, apabila pertanyaan "what do you do?" ditambahkan kata keterangan tempat atau kata keterangan waktu, maknanya selalu berkenaan dengan habitual action (kebiasaan sehari-hari).

Contoh:
What do you do in the night?
(Apa yang kamu lakukan pada malam hari?)

In the night -> Adverb of time

Juga dapat ditambahkan adverb of frequency (Kata keterangan frekuensi/keseringan).
Contoh:
What do you usually do in the weekend?
(Apa yang biasanya kamu lakukan diakhir pekan?)

Berdasarkan contoh diatas, ungkapan "what do you do?" tidak hanya berlaku pada pertanyaan yang mengarah pada status atau pekerjaan tetapi juga digunakan untuk menanyakan kebiasaan yang sering dilakukan sehari-hari. Dengan kata lain, pertanyaan tersebut memiliki 2 kegunaan:


  1. Untuk menanyakan status/pekerjaan seseorang
  2. Untuk menanyakan apa yang biasa dilakukan dalam kehidupan sehari-hari (kebiasaan).

Menyimak uraian diatas, seakan-akan, ungkapan what do you do? hanya digunakan dalam simple present tense. Akan tetapi, khusus untuk menanyakan kegiatan/kebiasaan yang lampau dapat pula menggunakannya dalam bentuk simple past tense.

Contoh:
What did you do yesterday afternoon?
(Apa yang kamu lakukan kemarin sore?)

Perhatikan bahwa kalimat diatas menggunakan kata bantu (auxiliary) "did" sebagai bentuk pertanyaan simple past tense dan pertanyaan tersebut tidaklah ditujukan untuk menanyakan status/pekerjaan, sehingga, adalah tidak mungkin menanyakan status atau pekerjaan dengan menggunakan "what do you do" pada simple past tense:

Contoh:
What did you do?
= pertanyaan ini tidak jelas --- bilamana hanya ada satu ungkapan ini saja).

Untuk itu kita dapat menggunakan ungkapan lain yang sama makna, misalnya:

What was your job a year ago?
What was your profession a year ago?
What was your occupation a year ago?
(Apa pekerjaanmu setahun yang lalu?)

"WHAT ARE YOU DOING?"


Ungkapan "what are you doing?" adalah bentuk ungkapan dalam present continuous tense. Seperti yang telah dibahas pada halaman yang lalu, present continuous tense digunakan untuk menanyakan keadaan yang sedang terjadi, status sekarang-sekarang ini atau kegiatan yang diprediksikan akan terjadi dimasa yang akan datang. Dengan kata lain, ungkapan "what are you doing?" adalah pertanyaan murni dalam bentuk present continuous tense.

Kegunaan present continuous tense:

  • menggambarkan keadaan atau apa yang sedang terjadi detik ini juga
  • menggambarkan status kegiatan yang sedang berlangsung sekarang-sekarang ini
  • menggambarkan kemungkinan (diprediksikan) akan terjadi dimasa yang akand datang.

Kegunaan Present Continous Tense 1:
Menyatakan apa yang sedang terjadi saat ini juga

Contoh:
What are you doing?
(Apa yang sedang kamu lakukan?)

What is she cooking?
(Apa yang sedang dia masak?)


Kegunaan Present Continous Tense 2:
Menyatakan apa yang sedang berlangsung sekarang ini

Contoh:
Situasi:
..... Faradillah, januari yang lalu diterirma bekerja sebagai dosen Bahasa Inggris disebuah akademi bahasa asing di jakarta dan sampai saat ini dia masih bekerja disana. Di sebuah kantin kampusnya, dia bertemu dengan teman lamanya, Herman,  yang kini juga bekerja di jakarta, disebuah perusahaan IT.
Setelah bertegur sapa dan menanyakan khabar masing-masing, lalu .............

Herman: What are you doing here?
Faradillah: I'm working in this academy.

Pada dialog pendek diatas, kita menemukan kalimat:: I'm working atau I am working yang berarti: "saya sedang bekerja". Berdasarkan situasi diatas kita tahu bahwa Faradillah adalah dosen bahasa inggris di akademi tersebut. Yang menjadi pertanyaan adalah: "Apakah detik itu juga dia sedang mengajar?". Jawabnya jelas tidak. Dia sedang berada di kantin kampus dan bertemu dengan teman lamanya. Dengan kata lain, pertanyaan "what are you doing here?" dengan jawaban "I'm working" tidak selalu digunakan untuk menggambarkan kejadian yang sedang berlangsung detik ini juga, akan tetapi juga menyatakan status/keadaan yang sedang berlangsung yaitu "masih dan sedang bekerja sebagai dosen dikampus tersebut".

Itulah kenapa, seringkali kita mendengar dimana pertanyaan present perfect continuous tense justru dijawab dengan present continuous tense:


 Contoh:
X: How long have you been staying in this apartment?
Y: I'm staying here about two days (informal).

Kegunaan Present Continous Tense 3:
Menyatakan kemungkinan terjadi dimasa yang akan datang (future time)

Present continous tense juga digunakan untuk menyatakan/mengungkapkan kejadian yang mungkin terjadi dimasa yang akan datang atau mengandung future tense.
Contoh:
Solihin: What are you doing on Friday?
(Apa yang akan kamu lakukan pada hari jum'at ini?)

Firdaus: I'm visiting my uncle on Friday.
(Saya akan mengunjungi pamanku jum'at ini).


Kesimpulan:
Dari uraian diatas dapat kita tarik kesimpulan bahwa pertanyaan "what do you do?" seringkali digunakan untuk menanyakan status atau pekerjaan seseorang sedangkan ungkapan "what are you doing?" lebih mengacu pada pertanyaan tentang "apa yang sedang terjadi".

Terlepas dari kesimpulan tersebut, pertanyaan "what do you do?" dapat pula digunakan untuk menanyakan kebiasaan-kebiasaan sehari-hari (habitual action), sedangkan "what are you doing?" digunakan sesuai dengan kegunaan asli dari present continuous tense, yakni: menyatakan kejadian yang sedang berlangsung detik ini juga; menyatakan kejadian yang mungkin terjadi dimasa yang akan datang (mengandung aspek future tense); dan, untuk menyatakan kejadian yang masih atau status yang sedang berlangsung sekarang ini.

sumber: http://www.pelggrammar.com/2016/12/what-do-you-do-whatareyoudoing.html