Wednesday, May 3, 2017

Daftar Kata Kerja Tidak Beraturan (Irregular Verbs) dalam Bahasa Inggris

Daftar Kata Kerja Tidak Beraturan (Irregular Verbs) dalam Bahasa Inggris



Berikut ini adalah daftar kata kerja tak beraturan yang secara umum digunakan dalam bahasa inggris khususnya grammar bahasa inggris. Kami sengaja tidak membuat daftar kata kerja beraturan (regular verb) oleh karena, kata kerja beraturan mudah sekali dikenali dari suffix (akhiran) berupa: /-d/, /-ed/ atau terinfleksi menjadi /-ied/. Untuk lebih jelas, silahkan membaca kembali bahasan mengenai Kata Kerja Beraturan dan Kata Kerja Tak-beraturan di blog ini.

Infinitive/Present Verb
arise, rise
awake, wake
bear
beat
begin
bet
bid
bite
bleed
blow
break
bring
build
burn
buy
cast
catch
choose
come,become
cost
creep
cut
deal
dig
do/does
draw
dream
drink
drive
eat
fall
feed
fell
find
fly
forbid
freeze
get, forget
give, forgive
go
grow
hang
have/has
hear
hide
hit
hold
hurt
keep
know
lay
lead
learn
lend
leave
let
light
lose
make
mean
meet
mistake
pay
put
read
rid
ride
run
say
see
seek
sell
send
set
shake
shed
shine
shit
shoe
shoot
show
shrink
shut
sing
sit
sleep
slide
slit
smelt
speak
speed
spell
spend
split
spread
stand, understand
steal
swear
sweep
swim
take, mistake
teach
tear
tell
think
throw
thrust
tread
wear
wed
wind
win
write

Past Form Verb
arose, rose
awoke, woke
bore
beat
began
bet
bid
bit
bled
blew
broke
brought
built
burnt
bought
cast
caught
chose
came,became
cost
crept
cut
dealt
dug
did
drew
dreamt
drank
drove
ate
fell
fed
felt
found
flew
forbad, forbade
froze
got, forgot
gave, forgave
went
grew
hang
had
heard
hid
hit
held
hurt
kept
knew
laid
led
learnt
lent
left
let
lit
lost
made
meant
met
mistook
paid
put
read
rid
rode
ran
said
saw
sought
sold
sent
set
shoke
shed
shone
shat
shod
shot
showed
shrunk, shrank
shut
sang
set
slept
slid
slit
smelt
spoke
sped
spelt
spent
split
spread
stood, understood
stole
swore
swept
swam
took, mistook
taught
tore
told
thought
threw
thrust
trode
wore
wed
wound
won
wrote

Past Participle
arisen, risen
awoken, woken
born,borne
beaten
begun
bet
bid
bitten
bled
blown
broken
brought
built
burnt
bought
cast
caught
chosen
come,become
cost
crept
cut
dealt
dug
done
drown
dreamt
drunk
driven
eaten
fallen
fed
felt
found
flown
forbidden
frozen
got, forgotten
given, forgiven
gone
grown
hang
had
heard
hidden
hit
held
hurt
kept
known
laid
led
learnt
lent
left
let
lit
lost
made
meant
met
mistaken
paid
put
read
rid
ridden
run
said
seen
sought
sold
sent
set
shaken
shed
shone
shat
shod
shot
shown (showed)
shrunk
shut
sung
sat
slept
slid
slit
smelt
spoken
sped
spelt
spent
split
spread
stood, understood
stolen
sworn
swept
swum
taken, mistaken
taught
torn
told
thought
thrown
thrust
trodden
worn
wed
wound
won
written


Bila melihat perubahan-perubahan yang terjadi, ada beberapa "kemiripan perubahan" yang nampak pada kata kerja tak beraturan tersebut yang dapat menjadi pegangan apabila ada kata kerja lain yang mirip dengannya. Kemiripan ini berupa struktur ejaan (baca: susunan huruf-huruf pada kata kerja) pada kata kerja tersebut yang membuatnya sama pada kata kerja lain yang sama ejaannya.

Contoh:

1. wind = find (perubahan terjadi pada /-ind/ menjadi /-ound/)
2. tear = bear (perubahan terjadi pada /-ear/ menjadi /-ore/ dan /-orn/) - kecuali pada: "hear"
3. sell = tell (perubahan terjadi pada /-ell/ menjadi /-old/), dan sebagainya.

Silahkan temukan kemiripan dalam hal struktur ejaan pada kata kerja yang anda temukan sebagai pedoman untuk menebak dengan tepat apabila terdapat kata kerja tak beraturan lainnya yang sama persis.

Selain itu, cukup menghafalkan saja kata kerja lain yang tanpa perubahan apapun dengan struktur ejaan yang sama.

Contoh:

rid, shut, cut, put, let, dsb yang tanpa perubahan apapun dan dikategorikan sebagai kata kerja tak beraturan atau Irregular verb.



sumber:  http://www.pelggrammar.com/2016/08/daftar-irregular-verb-grammar-inggris.html

Perbedaan Antara "Interpret" vs "Translate" dalam Bahasa Inggris

Perbedaan Antara "Interpret" vs "Translate" dalam Bahasa Inggris



Memahami bahasa inggris khususnya grammar bahasa inggris dengan menerjemahkan setiap unsur kata yang ada dalam sebuah prase, kalimat atau klausa terkadang bukan tanpa resiko. Cara menerjemahkan word by word (kata per kata) seringkali membuat bingung pembelajar bahasa inggris tingkat pemula dan tidak sedikit yang merasa frustasi dan berhenti melanjutkan pembelajarannya.

Dilain pihak, Pola penerjemahan berdasarkan konteks dengan menimbang beberapa aspek lain seperti bahasa dialektis setempat, budaya dan corak yang mewarnai masyarakatnya terkadang perlu dan penting agar makna yang terkandung dalam sebuah konteks tersebut dapat dan mudah dipahami oleh lawan bicara.

Contoh:

He is Andi.
He is a student.
He is lazy.
He is here.
He is at home.

Penggunaan kata kerja structural (structural verb) berupa "is" pada contoh diatas --- bagi beberapa orang (baik pembelajar maupun guru) --- sering diartikan (diterjemahkan) sebagai: adalah, ada, berada, dan menjadi. Alternatif arti dari /is/ tersebut digunakan berdasarkan predikat yang menyertainya.

/is/ diterjemahkan: "adalah" pada contoh kalimat seperti: He is a student (dia adalah seorang siswa).
/is/ diterjemahkan: "ada" atau "berada" pada contoh, seperti: He is (ada/berada) here, atau he is (ada/berada) at home. Dan, /is/ diterjemahkan sebagai: "menjadi" pada contoh kalimat semacam: He is lazy.

Pada saat kata /is/ digunakan pada bentuk atau pola kalimat lain, maka siswa atau pembelajar bahasa inggris pemula akan dibuat bingung karena lebih bersifat "memaksa" /is/ diterjemahkan seperti itu.

Contoh pola lain itu, yakni:

Is she a student?
They are learning English together.
The cat was drowned yesterday.

Pada ketiga pola kalimat diatas, adalah mustahil menerjemahkan /is/ sebagai: ada, adalah, berada atau menjadi. Sehingga, --- sekali lagi --- guru terpaksa memberi "arti baru" dari /is/, /are/ atau /was/ pada pola tersebut dengan:

Is = apakah
are = sedang
was = /ter-/ atau /-di/ atau lainnya.

Andaikata penggunaan /is/ atau BE pada pola kalimat bahasa inggris berjumlah jutaan pola kalimat, tak dapat dibayangkan berapa makna yang terpaksa "dipaksakan" untuk menerjemahkan BE tersebut yang pada hakikatnya sama sekali bukan merupakan solusi dalam mengarahkan siswa agar mudah memahami bahasa inggris tapi justru mempersulit dan memperbodoh siswa itu sendiri.

Contoh kasus diatas adalah salah satu penyebab masalah "keterlambatan pemahaman" siswa/i dalam belajar bahasa asing khususnya grammar bahasa inggris di Indonesia.
Hubungan antara "Interpret" dan "Translate" dengan Grammar Bahasa Inggris
Kata "interpret" dapat diterjemahkan sebagai: "menerjemahkan" dan begitu pula dengan "translate". Akan tetapi keduanya --- sebenarnya --- memiliki makna dan arah yang sama sekali jauh berbeda.
Kata /interpret/ lebih mengarah pada makna: pola menerjemahkan dengan cara menafsirkan, memperkirakan atau menduga-duga suatu kata yang paling mendekati makna aslinya dengan mempertimbangkan hal-hal lain seperti struktur kalimat, ejaan, fungsi dan kedudukannya dalam sebuah kalimat.

Dengan kata lain, kata /interpret/ bukanlah "menerjemahkan" dalam arti sebenarnya tapi lebih mengarah pada aspek "asumsi" atau "opini" untuk tujuan tertentu. Sedangkan kata /translate/ memiliki makna mutlak "menerjemahkan". Sehingga diperoleh kesimpulan sebagai berikut:

Interpret = menduga-duga, memperkirakan atau menafsirkan (yang paling dekat dengan kebenaran).
Translate = menerjemahkan, mengalihbahasakan.
Pola Pembelajaran Grammar Bahasa Inggris
Dengan memahami penjelasan/uraian diatas, bahwa hingga saat ini --- berdasarkan observasi kami --- masih banyak ditemukan sumber belajar atau instruktur yang meng-interpret beberapa unsur kalimat sejenis BE diatas dengan memvonis bahwa itulah terjemahannya, atau dengan kata lain; /interpret/ adalah /translate/ dan menganggap bahwa keduanya sama saja. Ini seharusnya sudah tidak boleh terjadi lagi.

Berdasarkan bahasan lalu mengenai Structural Word dan Lexical Word telah pelg-grammar.blogspot.com jelaskan secara rinci bahwa, setiap kata dalam bahasa inggris mesti berbentuk structural dan lainnya lexical.

Pada salah satu contoh seperti diatas yaitu BE (is, am, are, was, were, be, been dan being) sebenarnya adalah jenis kata structural atau structural word yang tidak memiliki arti (tidak boleh atau tidak dapat di-translate/di-interpret) dalam wujud apapun. Menafsirkan (to interpret) atau menerjemahkan (to translate) BE akan menimbulkan masalah baru dalam bentuk ketidakkonsistenan bahasa dan kesalahpahaman dalam berkomunikasi bahasa inggris.

Itulah mengapa, seringkali pembelajar bahasa inggris kita sering mendapat tanggapan "New English Learners" dari orang asing khususnya dari USA dan London --- padahal di Indonesia tingkatannya sudah Intermediate ke atas --- disebabkan karena ketidakmengertian kalimat bahasa inggris yang diucapkan oleh orang Indonesia. Contoh structural bentuk lainnya, seperti; beberapa preposition dan articles.

Memahami Penggunaan Negative Agreement: Either & Neither

Memahami Penggunaan Negative Agreement: Either & Neither



Ungkapan Either dan Neither digunakan dalam pernyataan negative, atau disebut juga dengan "Negative Agreement". Dalam grammar bahasa inggris, negative agreement "either" dan "neither" adalah cara mengungkapkan hal yang sama atas pernyataan sebelumnya -- semisal --- "saya juga tidak" dsb.
Contoh:

Pernyataan 1: Rudi doesn't like mango.
Pernyataan 2: I don't like mango.

Pada contoh diatas, baik pernyataan 1 maupun pernyataan 2 sama-sama tidak menyukai "mango". Dengan kata lain, pernyataan 2 mengungkapkan hal yang sama atas pernyataan sebelumnya yaitu pernyataan 1. Dengan menggunakan ungkapan either atau neither, kita dapat memperpendek ungkapan kedua dalam bentuk sbb:

Menggunakan Either -> I don't either.
Menggunakan Neither -> Neither do I (huruf "n" pada neither adalah kependekan dari "not" -> not + either)

Sehingga, bila ditulis keseluruhan:

Pernyataan 1: Rudi doesn't like mango.
Pernyataan 2: I don't either.

atau,

Pernyataan 2: Neither do I.

Note: Dari penjelasan dan contoh diatas, jelaslah sudah bahwa, ungkapan either atau neither HANYA digunakan pada konteks/kalimat/ungkapan agreement yang mengandung negative.
Struktur Penulisan Either dan Neither
Either
Gunakan "either" di belakang kata bantu (auxiliary):
Subject + Auxiliary + NOT + Either
Neither
Gunakan "neither" di depan kata bantu (auxiliary):
Neither + Auxiliary + Subject

Pengaruh Bahasa Dialektis (Lokal) terhadap Either dan Neither
Penggunaan either dan neither pada daerah lain (native speakers) yang berbeda dengan struktur bakunya (grammatikal) sering membuat kita bingung, contoh:
Nor do I
Me either
Me neither

Ketiga contoh non-baku tersebut sama maksudnya dengan: neither do I atau I don't either --- hal ini dipengaruhi oleh sosial budaya dan bahasa dialektis setempat. Bagi pembicara diluar daerah tersebut mungkin membingungkan, dan tidak demikian halnya dengan daerah itu sendiri yang biasa menggunakan ungkapan dengan pola "aneh" tersebut.

Salah satu bentuk pengaruh dialektis lainnya adalah: menggunakan semua bagian kalimat yang sama pada pernyataan sebelumnya lalu menambahkan ungkapan "either" dibelakangnya.
Contoh:

I don't like either.

Bahkan lebih lengkap lagi,
Contoh:

I don't like it either.


sumber: http://www.pelggrammar.com/2016/08/negative-agreement-either-neither.html

Penggunaan kata "TOO" dalam Bahasa Inggris

Penggunaan kata "TOO" dalam Bahasa Inggris



Cara Menggunakan kata "TOO"
Dalam bahasa inggris, kata "Too" digunakan baik sebagai adverb of quality maupun sebagai agreement.
Sebagai adverb of quality, kata "too" berarti harus dikaitkan dengan kata sifat (adjective).
Contoh adverb of quality selain /too/, yakni:
so (begitu), very (sangat/sekali), enough (cukup), much (e.g. much better), rather (agak), fairly (agak), dsb.
1. Too sebagai Adverb of Quality
Too + Adjective
Contoh:
I am too old to learn English.
(Saya terlalu tua untuk Belajar Bahasa Inggris).
Dalam hal ini, /too/ pada pola kalimat diatas ditafsirkan sebagai "terlalu".
Contoh lain:
Too easy (terlalu mudah)
Too stupid (terlalu bodoh/konyol)
Too fat (terlalu gemuk)
Too low (terlalu rendah)
dsb.
Perhatikan bahwa kata /easy/, /stupid/, /fat/, atau /low/ adalah kata sifat (adjective).

2. Too sebagai bentuk Agreement
Sebagai bentuk Agreement, kata "Too" berarti "juga" atau dapat diinterpretasi sebagai "juga".
Contoh:
I am too.
(Saya juga).

I do too.
(Saya juga).
Catatan:
Penggunaan to be /am/ atau auxiliary /do/ pada kedua contoh diatas jelas bergantung pada bentuk kata kerja yang digunakan pada ungkapan sebelumnya atau statement.
Contoh:
She is a student and I am too.
Ungkapan sebelumnya adalah /She is a student/ yang menggunakan kata kerja structural berbentuk be (yaitu: /is/).

Contoh lain:
She loves Indonesia and I do too.
Ungkapan sebelumnya adalah /She loves Indonesia/ yang menggunakan kata kerja lexical berbentuk present simple sehingga auxiliary yang harus digunakan pada pola agreement-nya adalah /do/.
Menyimak penjelasan diatas, kita dapat melihat struktur /too/ sebagai bentuk agreement, yaitu:
Subject + Auxiliary + TOO

Tambahan:
Kita juga dapat menggunakan kata "so" sebagai pengganti dari kata "too", hanya saja, kata "so" diletakkan didepan kata bantu (auxiliary), sehingga menjadi:
So + Auxiliary + Subject
Contoh:
So do I (saya juga).
Contoh lain:
He drives the car and so do I.
(Dia mengemudikan mobil dan saya juga).


sumber: http://www.pelggrammar.com/2016/09/kegunaan-kata-too-dalam-bahasa-inggris.html

Memahami Penggunaan Adjectives Order - Order of Adjectives

Memahami Penggunaan Adjectives Order - Order of Adjectives



Memahami Penggunaan Adjectives Order - Order of Adjectives
Pengertian Adjectives Order Bahasa Inggris
Adjective Order dalam Grammar Bahasa Inggris adalah bentuk susunan 2 kata sifat atau lebih yang tersusun berdasarkan tujuan deskriptif agar kata benda (noun) yang diterangkannya memiliki informasi lebih jelas dan lebih mudah dipahami.

Berdasarkan definisi adjective order diatas, dapat kita sederhanakan bahwa adjectives order termasuk Prase (Phrase) dimana ada:

Adjective + Noun

Dalam hal ini, Noun (kata benda) berkedudukan sebagai head-word atau, kata inti yang menjadi obyek dari modifier-nya yaitu; kata sifat. Dengan kata lain, kata benda (head-word) itu diterangkan oleh kata sifat yang ada didepannya.

Contoh prase:

good job
slow motion
big deal
best student

dimana, kata /good/, /slow/, /big/, dan /best/ adalah kata sifat (adjectives) yang menerangkan kata bendanya (head-word) berupa; /job/, /motion/, /deal/, dan /student/.

Cara Menggunakan Adjectives Order
Pada adjectives order, kata sifat terdiri atas; lebih dari 2 buah. Kata sifat itu tersusun sedemikian rupa berdasarkan alasan tertentu yaitu; "bagaimana caranya agar lawan bicara dapat lebih memahami apa dan bagaimana sebenarnya benda yang diterangkannya itu"

Contoh Kasus;
Pada kalimat dibawah ini, terdapat kata benda (calon head-word) berupa /a man/ yang akan kita gunakan dalam pola adjectives order ini;

Faradillah saw a man near the garage last night.
(Faradillah melihat seorang laki-laki didekat garasi malam kemarin).

Dari contoh kalimat diatas, kata benda /man/ tidak jelas informasinya. Misalnya saja anda juga melihat ada seorang laki-laki (a man) berada didekat garasi tadi malam. Kemudian anda menerangkan mengenai apa dan bagaimana laki-laki itu agar lawan bicara bisa mendapat informasi lebih dari sosok laki-laki itu. Disinilah adjectives order berlaku dan penting untuk digunakan.

Berikut ini adalah tata urutan bagaimana kata sifat memberi informasi lebih mengenai kata benda /a man/ tsb:

an old man
(Seorang laki-laki tua)

a handsome, old man
(seorang laki-laki tua yang tampan)

a handsome, tall, old man.
(seorang laki-laki tua, tinggi dan tampan)

a handsome, tall, old, javanese man.
(seorang laki-laki jawa, tua, tinggi dan tampan).

Dengan adanya kata sifat - kata sifat tersebut, maka head-word /man/ menjadi lebih jelas. Dengan kata lain, seluruh kata sifat yang ada tersebut menerangkan kata benda /man/ agar kata benda menjadi lebih jelas.
#Adjectives Order dilihat sebagai Aspek Gramatikal
Dengan digunakannya rentetan kata sifat diatas, bukan berarti tanpa aturan. Grammar Bahasa Inggris telah mengatur tata urutan kata sifat manakah yang harus lebih dulu digunakan, kemudian diikuti oleh kata sifat - kata sifat lainnya sedemikian rupa sehingga disebut dengan Adjectives Order atau Order of Adjectives.

Bila melihat contoh terakhir tersebut maka kita mendapatkan gambaran tata susunan kata sifat tersebut yaitu:
  • "a" (disebut sebagai artikel (articles) yang "turut" menerangkan kata benda /man/. Dengan adanya article "a" kita mengetahui bahwa hanya ada satu laki-laki didekat garasi tersebut. Karena sifatnya "Menerangkan" jumlah dari laki-laki tersebut, maka article "a" tersebut juga berkedudukan sebagai kata sifat yang dalam hal ini bertindak sebagai "determiner".
  • "handsome", adalah kata sifat yang berfungsi untuk menggambarkan fisik seseorang berdasarkan penglihatan (observation) atau dapat juga sebagai bentuk opini (opinion) mengenai kriteria ketampanan seorang laki-laki.
  • "tall", adalah gambaran fisik yang dilihat dari aspek ukuran (size) fisik tubuh seseorang.
  • "old", adalah cara mengungkapkan usia atau umur (age) seseorang.
  • "javanese", bisa diartikan "suku jawa" atau "orang jawa". Kata "suku" atau "orang" mengacu pada asal seseorang atau tempat asal, tempat adat, suku, etnik dari suatu suku bangsa atau negara (origin).

Dengan gambaran diatas dapat diurutkan susunan bentuk kata sifat yang harus digunakan, yakni:
  • determiner (a)
  • observation/opinion (handsome)
  • size (tall)
  • age (old)
  • origin (javanese)

Determiner + observation/opinion + size + age + origin + head-word
(a handsome, tall, old, javanese man).

Susunan Baku Adjectives Order Bahasa Inggris
Dengan kebiasaan penggunaan susunan kata sifat diatas, akhirnya, grammar bahasa inggris mengatur susunan kata sifat (adjectives order) dengan susunan sistematis seperti berikut ini:

Susunan Baku Adjective Order itu adalah:

determiner + observation/opinion + size + shape + age + color + origin + material + qualifier + head-word/noun.

Keterangan tambahan:
Contoh [shape], yaitu: square, triangle, short dsb. (mengacu pada bentuk dimensi dari kata bendanya).
Contoh [color], yaitu: blue, yellow, black, dsb (mengacu pada warna-warna dari kata bendanya)
Contoh [material], yaitu: silk, iron, gold, dsb (mengacu pada wujud materi/bahan kata bendanya).
Contoh [qualifier], yaitu: cooking, english, dsb (mengacu pada bentuk spesifik dari kata bendanya).

Contoh:
a square frame (sebuah bingkai yang berbentuk persegiempat).
a yellow book (sebuah buku yang berwarna kuning).
a gold ring (sebuah cincin yang terbuat dari bahan emas).
an English book (sebuah buku bahasa inggris).

Catatan:
Qualifier selalu berbentuk kata benda (noun) yang memberi makna lebih spesifik atas kata benda intinya.
Tidak semua kata sifat yang ada dalam susunan itu digunakan semua. Intinya, bergantung pada anda yang mengucapkannya, akan tetapi secara gramatikal tata susunan kata sifat tersebut bersifat baku. Itu artinya, bila ingin menggunakan adjectives order dalam sebuah kalimat, maka gunakanlah susunan adjectives order baku tersebut.

sumber: http://www.pelggrammar.com/2016/09/memahami-adjectives-order-bahasainggris.html